Laboratorium Teknologi Benih
Pusat Pengembangan Kualitas & Inovasi Perbenihan
Laboratorium Teknologi Benih merupakan sarana penunjang strategis bagi Program Studi Teknologi Benih Polbangtan Yoma dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi. Laboratorium ini difungsikan sebagai pusat keunggulan akademik yang fokus pada seluruh siklus perbenihan, mulai dari proses produksi, pengolahan, hingga teknik penyimpanan dan pengujian mutu benih yang akurat. Didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, termasuk Dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan (Laboran), fasilitas ini menyediakan sarana dan prasarana lengkap untuk mendukung riset serta pengabdian masyarakat. Melalui operasional yang terstandar, laboratorium ini berkomitmen menghasilkan inovasi di bidang perbenihan guna mendukung kemandirian pangan dan penyediaan benih berkualitas tinggi bagi industri pertanian nasional.
Galeri Kegiatan & Fasilitas Perbenihan
Peningkatan kompetensi bidang analisis benih di BPSB Jawa Tengah.
Pembagian sampel benih menggunakan seed divider untuk hasil yang presisi.
Kegiatan pemeriksaan kemurnian benih sebagai standar penjaminan kualitas.
Fasilitasi penelitian Tugas Akhir mahasiswa di Lab Teknologi Benih.
Suasana kegiatan praktikum mahasiswa di Laboratorium Teknologi Benih.
Peningkatan kompetensi melalui Pelatihan Produksi Benih Padi Bersertifikat di PIAT UGM pada 18-19 September 2025
Kegiatan penyiapan lahan untuk praktik uji keunggulan pada Mata Kuliah Pelepasan Varietas
Peningkatan kompetensi oleh Pengelola Laboratorium dengan mengikuti Webinar Strategi Persiapan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi
Fokus Pengembangan & Kompetensi:
- Produksi & Pengolahan Benih: Penguasaan teknologi produksi benih bermutu serta teknik pascapanen benih yang mencakup pembersihan, pengeringan, dan perlakuan benih (seed treatment).
- Pengujian Mutu Benih: Kompetensi dalam menganalisis viabilitas, vigor, dan kemurnian benih sesuai dengan standar nasional maupun internasional untuk menjamin kualitas di tingkat petani.
- Manajemen Penyimpanan: Pengembangan sistem penyimpanan benih yang optimal untuk mempertahankan daya tumbuh benih dalam jangka waktu tertentu di berbagai kondisi lingkungan.
- Hilirisasi Industri Benih: Integrasi kemampuan teknis perbenihan dengan aspek agribisnis, mulai dari pengemasan yang aman hingga strategi pemasaran digital produk benih unggul.