[slim_seo_breadcrumbs]

TEFA Ecotan dan Pengolahan Limbah

Tefa Ecotan dan Pengolahan Limbah

Pusat Inovasi Ekonomi Sirkular & Agribisnis Hijau

Teaching Factory (TeFa) Pengolahan Limbah Organik Polbangtan Yogyakarta–Magelang merupakan wahana pembelajaran berbasis industri yang mengintegrasikan pendidikan vokasi, inovasi teknologi, dan kewirausahaan agribisnis berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah organik pertanian, peternakan, serta rumah tangga kampus. Di unit ini, mahasiswa dilatih secara intensif untuk mengolah bahan baku mentah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti pupuk organik padat (kompos/bokashi), pupuk cair (POC), bioaktivator, hingga pakan ternak fermentasi yang siap bersaing di pasar. Melalui pendekatan production-based learning yang selaras dengan kurikulum OBE dan MBKM, TeFa ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis dan manajerial hulu-hilir, tetapi juga menumbuhkan jiwa agrosociopreneur yang mendukung pertanian ramah lingkungan dan memperkuat posisi Polbangtan sebagai pusat unggulan ekonomi sirkular.

Galeri Aktivitas & Unit Kompetensi

Proses Pengolahan Limbah Organik

Proses pemilahan dan persiapan limbah organik sebagai bahan baku pupuk berkualitas.

Aktivitas Mahasiswa Ecotan

Mahasiswa melakukan pendampingan dan edukasi teknologi pengolahan limbah ramah lingkungan.

Manajemen Produksi Pupuk

Kegiatan manajemen produksi pupuk organik padat dengan standar pengemasan industri.

Hilirisasi Produk POC

Tempat Rumah Teaching Factory Ecotan dan Pengolahan Limbah

Fokus Pengembangan & Kompetensi TeFa:

  • Pengembangan Produk & Hilirisasi Riset: Transformasi limbah pertanian dan peternakan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi (biochar, vermikompos, biopestisida) melalui inovasi teknologi tepat guna dan hilirisasi hasil riset terapan dosen serta mahasiswa.
  • Penguatan Proses Bisnis & Industri: Implementasi mini industri kampus yang mencakup perencanaan berbasis permintaan, pengendalian mutu (QC), pengemasan inovatif, hingga manajemen keuangan untuk menghasilkan produk yang dipasarkan secara berkelanjutan.
  • Kompetensi Teknis (Hard Skills): Mahasiswa dibekali keahlian operasional pengolahan limbah berbasis zero waste, analisis kualitas fisik-kimia pupuk, hingga penguasaan standar operasional prosedur (SOP) produksi industri.
  • Manajerial, Kewirausahaan & Profesional: Mahasiswa terampil dalam perencanaan usaha, analisis kelayakan, branding, hingga digital marketing. Kompetensi ini dibarengi dengan penguatan etika kerja industri, kepemimpinan, kemampuan problem solving, serta kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan dan kemitraan strategis.
  • Integrasi Akademik & Kemitraan: Mendukung kurikulum OBE dan MBKM melalui magang internal guna mencapai indikator keberhasilan berupa sertifikasi kompetensi mahasiswa, kontribusi pendapatan BLU, serta dampak nyata pada ekosistem pertanian hijau.

Berita Terbaru

Terkait