[slim_seo_breadcrumbs]

TEFA Pengolahan Hasil

TEFA Pengolahan Hasil Pertanian Pangan

Sentra Hilirisasi & Inovasi Pangan Terpadu

Teaching Factory (TEFA) Pengolahan Hasil Pertanian Polbangtan Yoma merupakan ekosistem pembelajaran aplikatif berbasis produksi nyata yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan untuk mencetak lulusan kompeten di bidang agroindustri melalui pendekatan learning by doing. Dengan dukungan fasilitas representatif seperti oven sterilisasi, dehidrator, vacuum drying, hingga cup sealer, unit ini memfasilitasi mahasiswa dalam menguasai rantai nilai agribisnis hulu-hilir, mulai dari pengolahan komoditas unggulan seperti labu madu hingga penciptaan produk inovatif seperti kecap TefaSoy dan minuman STELA. Fokus pengembangan diarahkan pada penguasaan teknologi pangan termal maupun non-termal, penjaminan mutu sesuai standar industri, serta inkubasi kewirausahaan yang membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis biaya produksi (HPP) dan strategi pemasaran guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Komoditas Unggulan & Produk Inovasi

Fasilitas Lab

Fasilitas Oven Sterilisasi
Penggunaan peralatan modern untuk menjamin keamanan dan higienitas produk pangan.

Proses Pengolahan

Hilirisasi Produk
Display produk inovasi hasil TEFA yang siap dipasarkan sebagai unit bisnis

Pengemasan Produk

Quality Control & Packaging
Tahap akhir untuk menjaga kualitas produk dan daya tarik visual kemasan.

Produk Inovatif

Praktik Produksi
Mahasiswa melakukan proses transformasi bahan baku menjadi produk setengah jadi maupun jadi.

Pengembangan & Kompetensi TEFA:

  • Aspek Teknologi & Inovasi: Fokus pada penerapan teknologi pengolahan (termal & non-termal) serta pengemasan pangan yang efisien dan adaptif untuk skala UMKM. Mahasiswa dilatih mengoperasikan peralatan modern untuk menghilirkan hasil penelitian dosen/mahasiswa menjadi produk bernilai ekonomi.
  • Komoditas Unggulan: Pengembangan berbagai komoditas pertanian lokal potensial, dengan salah satu fokus utama pada Labu Madu sebagai bahan baku pangan fungsional bergizi tinggi. Mahasiswa terlibat aktif dalam seluruh siklus penanganan, mulai dari sortasi dan pencucian hingga transformasi menjadi produk turunan inovatif yang memiliki daya saing pasar.
  • Agribisnis Hulu–Hilir: Penerapan rantai nilai utuh yang membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis usaha, perhitungan biaya produksi (HPP), penentuan harga jual, hingga strategi pemasaran untuk menjadi wirausahawan agroindustri yang tangguh.

Berita Terbaru

Terkait